Tiga Calon Direktur Terpilih Usai Adu Gagasan di Senat Terbuka


Proses suksesi kepemimpinan Politeknik Negeri Subang (Polsub) memasuki babak penentu. Panitia Pemilihan Direktur Polsub resmi menetapkan tiga nama calon direktur periode 2026–2030 yang melaju ke tahap akhir tingkat kementerian. Keputusan ini merupakan hasil dari rapat tertutup anggota senat yang digelar sesaat setelah kelima bakal calon beradu visi, misi, dan program kerja dalam Rapat Senat Terbuka di Gedung Jurusan Pertanian, Kampus Cibogo, Rabu (17/6/2026).

Tiga kandidat yang berhasil mengamankan suara terbanyak dari Senat Polsub adalah Wiwik Endah Rahayu, Nunu Nugraha Purnawan, dan Wardah Fauziah. Ketiganya berhasil menyisihkan dua bakal calon lainnya, yakni Oyok Yudiyanto dan Azhis Sholeh Buchori, dalam proses penyaringan yang berlangsung ketat.

Ketua Senat Polsub, Ridwan Baharta, menegaskan bahwa seluruh rangkaian suksesi empat tahunan ini berjalan secara objektif dan menjunjung tinggi netralitas. Menurutnya, dinamika pemilihan direktur senantiasa membuka ruang bagi lahirnya pemimpin baru maupun keberlanjutan kepemimpinan dari periode sebelumnya.

“Segala proses pemilihan telah dilakukan sebaik mungkin, secara transparan, akuntabel, dan profesional. Tujuannya tentu untuk memastikan terpilihnya pemimpin yang berintegritas dan memiliki kompetensi terbaik bagi kemajuan Polsub,” tegas Ridwan di sela-sela kegiatan.

Sebelum pengerucutan nama, kelima bakal calon diberikan panggung panggung untuk memaparkan cetak biru masa depan kampus politeknik kebanggaan Subang tersebut. Dimoderatori secara apik oleh Nur Muhammad Malikul’Adil, acara berlangsung meriah dan interaktif. Berbagai aspirasi strategis dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa mengemuka dan dijawab secara lugas oleh para kandidat yang masing-masing diberikan waktu 30 menit.

Adu gagasan berlangsung dinamis dengan benang merah pada relevansi pendidikan vokasi terhadap kebutuhan industri, hilirisasi riset terapan, dan kesiapan sumber daya manusia (SDM)
menyambut visi Indonesia Emas 2045.

Oyok Yudiyanto yang tampil perdana mengusung konsep ekosistem Polsub Bersinar, yang menitikberatkan pada sinergi prestasi, integritas, dan penguatan kemitraan Pentahelix. Dilanjutkan oleh Wiwik Endah Rahayu yang menyoroti pentingnya mencetak SDM profesional berbasis teknologi terapan, riset yang berorientasi pada hilirisasi produk, serta tata kelola institusi yang berdampak nyata.

Di urutan ketiga, Nunu Nugraha Purnawan menawarkan visi Polsub yang unggul, inklusif, dan adaptif. Nunu menekankan pentingnya penguatan kemitraan strategis dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta kemandirian institusi. Sementara itu, Wardah Fauziah menitikberatkan misinya pada integrasi pendidikan vokasi dengan kawasan industri, peningkatan mutu akademik melalui publikasi ilmiah, dan penciptaan lingkungan kampus yang aman dan berkelanjutan.

Pemaparan ditutup oleh Azhis Sholeh Buchori yang membawa gagasan inovatif berbasis potensi lokal Subang. Ia mengusung pendidikan vokasi berstandar industri 4.0 dan 5.0 yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan dan pemerataan ekonomi daerah.

Setelah selesainya seluruh rangkaian pemaparan, wewenang penuh berada di tangan anggota senat melalui mekanisme rapat pemungutan suara tertutup yang melahirkan tiga nama terbaik.

Kini, tongkat estafet tahapan pemilihan bergeser ke tingkat pusat. Berkas hasil penetapan Senat Polsub yang memuat nama Wiwik Endah Rahayu, Nunu Nugraha Purnawan, dan Wardah Fauziah akan segera diserahkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Laporan komprehensif tersebut akan menjadi landasan utama bagi kementerian dalam menggelar proses pemilihan akhir guna menentukan sosok nakhoda baru yang akan memimpin Polsub menghadapi tantangan pendidikan vokasi global.