Wiwik Endah Rahayu Terpilih Jadi Direktur POLSUB 2026-2030


Perjalanan panjang pemilihan Direktur Politeknik Negeri Subang (POLSUB) periode 2026-2030 akhirnya mencapai titik penentuan. Setelah melalui proses penjaringan, seleksi, pemaparan visi dan misi, hingga persaingan tiga kandidat, Wiwik Endah Rahayu akhirnya terpilih memimpin POLSUB untuk empat tahun mendatang. Kepastian itu diperoleh dalam rapat tertutup pemilihan Direktur POLSUB yang digelar Senat POLSUB pada 13 Agustus 2026.

Dalam pemungutan suara tersebut, Wiwik meraih 20 suara dari total 24 suara. Sementara Nunu Nugraha Purnawan memperoleh empat suara dan Wardah Fauziah tidak mendapatkan suara. Komposisi 24 suara tersebut terdiri atas delapan suara dari kuasa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta 16 suara dari Senat POLSUB.

Dengan perolehan tersebut, Wiwik Endah Rahayu memastikan diri menjadi Direktur POLSUB periode 2026-2030. Kemenangan Wiwik sekaligus menutup rangkaian panjang pemilihan pimpinan tertinggi di kampus vokasi negeri yang berada di Kabupaten Subang tersebut.

Kontestasi perebutan kursi Direktur POLSUB periode 2026-2030 bermula dari proses penjaringan yang menghasilkan lima bakal calon. Pada Mei 2026, Senat POLSUB menetapkan lima nama yang lolos tahapan penjaringan dan verifikasi administrasi. Kelima kandidat tersebut adalah Wardah Fauziah, Wiwik Endah Rahayu, Azhis Sholeh Buchori, Nunu Nugraha Purnawan, dan Oyok Yudiyanto.

Kelima nama itu kemudian menjadi bagian dari proses demokrasi internal kampus untuk menentukan siapa yang dinilai paling layak memimpin POLSUB selama periode 2026-2030. Penetapan lima kandidat tersebut menjadi babak awal dari kompetisi yang kemudian semakin mengerucut. Sejak tahap ini, masing-masing kandidat membawa gagasan dan rekam pengalaman yang diharapkan dapat menjawab tantangan pengembangan POLSUB ke depan.

Ketua Panitia Pemilihan Direktur POLSUB, Agus Haris Abadi, sebelumnya menegaskan bahwa proses pemilihan dilaksanakan berdasarkan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Tahapan tersebut menjadi penting karena pemilihan direktur bukan sekadar memilih sosok untuk mengisi jabatan struktural, melainkan menentukan arah kebijakan dan pengembangan institusi untuk empat tahun berikutnya.

Setelah melewati tahapan sebelumnya, persaingan kemudian menyisakan tiga nama. Ketiga kandidat yang melaju ke fase penentuan adalah Wiwik Endah Rahayu, Nunu Nugraha Purnawan, dan Wardah Fauziah. Tahapan ini menjadi titik penting karena ketiganya kemudian berhadapan langsung dalam proses pemilihan direktur.

Dengan demikian, proses pemilihan tidak berlangsung secara tiba-tiba pada 13 Agustus. Rapat tertutup Senat merupakan puncak dari rangkaian tahapan yang telah berlangsung sejak penjaringan beberapa bulan sebelumnya.

Setelah melalui seluruh tahapan tersebut, tibalah saatnya Senat POLSUB menentukan pilihan. Pada Kamis, 13 Agustus 2026, rapat tertutup digelar untuk memilih satu dari tiga kandidat yang akan menjadi Direktur POLSUB periode 2026-2030.

Sebanyak 24 suara menjadi penentu. Delapan suara berasal dari kuasa Kemdiktisaintek, sementara 16 suara lainnya merupakan suara Senat POLSUB. Hasil pemungutan suara menunjukkan keunggulan Wiwik yang sangat dominan dengan rincian;

Wiwik Endah Rahayu: 20 suara.

Nunu Nugraha Purnawan: 4 suara.

Wardah Fauziah: 0 suara.

Perolehan tersebut menempatkan Wiwik sebagai kandidat dengan dukungan mayoritas suara sekaligus memastikan dirinya terpilih sebagai Direktur POLSUB periode 2026-2030. Jika melihat persentase, Wiwik mengantongi sekitar 83,3 persen dari seluruh suara yang tersedia. Sementara Nunu memperoleh sekitar 16,7 persen dan Wardah tidak memperoleh suara. Hasil tersebut juga menunjukkan besarnya tingkat dukungan yang diperoleh Wiwik dalam pemilihan akhir.

Ketua Senat POLSUB, Ridwan Baharta, mengatakan pemilihan direktur merupakan bagian dari mekanisme yang memang harus dijalankan oleh perguruan tinggi. Menurut Ridwan, pergantian pimpinan merupakan sesuatu yang wajar dalam tata kelola institusi pendidikan tinggi sepanjang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pemilihan ini merupakan kegiatan wajib di kampus politeknik, dan pergantian direktur itu adalah hal yang wajar sesuai peraturan,” ujar Ridwan.

Ia menegaskan, proses pemilihan diupayakan berjalan dengan prinsip keterbukaan, keadilan, dan demokrasi. “Kami melaksanakannya dengan transparan, adilnya, serta demokratis,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses pemilihan Direktur POLSUB 2026-2030 tidak hanya dipandang sebagai pergantian jabatan, tetapi juga sebagai bagian dari tata kelola kelembagaan kampus.

Senada dengan Ridwan, Ketua Pemilihan Direktur POLSUB, Agus Haris Abadi, juga memastikan proses pemilihan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan keadilan. Menurut Agus, mekanisme yang diterapkan dalam pemilihan dirancang agar seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan dan prinsip demokrasi benar-benar berjalan.

“Proses pemilihan juga dilakukan secara terbuka, jujur, adil, dan transparan, supaya semua tahu bahwa prinsip demokratis dijalankan dengan baik dalam Pildir tahun 2026 ini,” ujar Agus.

Penegasan panitia tersebut menjadi bagian penting dari keseluruhan proses pemilihan, mengingat kontestasi melibatkan kandidat dari internal POLSUB dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda.

Lebih lanjut, terpilihnya Wiwik juga bukan tanpa konteks. Sebelum terpilih sebagai direktur, Wiwik merupakan bagian dari jajaran pimpinan POLSUB. Dalam struktur organisasi periode 2022-2026, ia tercatat sebagai Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama.

Dalam kapasitas tersebut, Wiwik juga aktif menyampaikan berbagai agenda akademik dan pengembangan pendidikan vokasi POLSUB. Pada awal 2026, misalnya, ia menyampaikan kesiapan POLSUB menghadapi penerimaan mahasiswa baru, serta menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan dunia industri. Pengalaman tersebut kini menjadi modal bagi Wiwik untuk menjalankan amanah yang lebih besar sebagai direktur.

Tantangan yang dihadapinya pun tidak ringan. POLSUB terus berkembang sebagai perguruan tinggi vokasi negeri yang memiliki sejumlah program studi dan dituntut semakin dekat dengan kebutuhan industri, dunia kerja, masyarakat, serta pembangunan daerah. Karena itu, kemenangan dalam pemilihan bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab baru.

Setelah dinyatakan memperoleh suara terbanyak, Wiwik Endah Rahayu menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan doa selama proses pemilihan berlangsung.

Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepadanya hingga akhirnya memperoleh mandat untuk memimpin POLSUB selama periode 2026-2030. Ucapan terima kasih tersebut juga ditujukan kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya sejak proses pencalonan hingga tahapan pemilihan berakhir.

Bagi Wiwik, terpilihnya dirinya sebagai direktur bukan hanya sebuah pencapaian personal, tetapi juga sebuah amanah untuk membawa POLSUB melangkah lebih jauh.

Dengan hasil pemilihan pada 13 Agustus 2026, perjalanan kontestasi Direktur POLSUB periode 2026-2030 resmi memasuki babak baru. Proses yang semula mempertemukan lima bakal calon, kemudian mengerucut menjadi tiga kandidat, akhirnya menghasilkan satu nama dengan dukungan mayoritas suara: Wiwik Endah Rahayu.

Dari 24 suara yang tersedia, 20 suara berpihak kepadanya. Angka tersebut sekaligus menjadi mandat yang kuat bagi Wiwik untuk memimpin POLSUB selama empat tahun ke depan. Kini, perhatian tidak lagi tertuju pada siapa yang memenangkan kontestasi, melainkan pada bagaimana mandat tersebut diterjemahkan menjadi kerja nyata.

Sebagai perguruan tinggi vokasi negeri, POLSUB menghadapi tuntutan untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri, mengembangkan riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperluas kontribusi kampus bagi pembangunan daerah.

Dengan berakhirnya proses pemilihan, babak kompetisi telah selesai. Selanjutnya, Wiwik menghadapi babak yang jauh lebih penting: membuktikan kepercayaan 20 pemilih tersebut melalui kepemimpinan dan kinerja POLSUB selama periode 2026-2030.